Background Image

FAQ - Frequently Asked Questions

FAQ – Frequently Asked Questions

  1. Mengapa data Deteksi Indonesia dimulai Januari 2017?
  • Portal Deteksi Indonesia diluncurkan pada 9 Mei 2018. Namun demikian, informasi/data yang terkandung dimulai sejak 2017 dikarenakan cakupan satu tahun data kebelakang penting sebagai inisial database. Alasan lain adalah ketersediaan sumber data yang cukup lengkap jika hanya menarik mundur satu tahun kebelakang.
  1. Siapa yang membiayai Deteksi Indonesia?
  • Deteksi Indonesia merupakan bagian integral dari program Counter-Terrorism and Capacity Building Program (CTCBP) yang didukung oleh Department of Foreign Affairs, Trade and Development (DFATD), Government of Canada.
  1. Dapatkah data Deteksi Indonesia digunakan untuk kepentingan akademis dan pengambil kebijakann?
  • Ya. Kami mendorong para peneliti, analis, dan para pengambil kebijakan untuk menggunakan data/informasi Deteksi Indonesia dalam setiap pekerjaan mereka. Untuk kebutuhan lanjutan, raw data Deteksi Indonesia dapat diunduh secara utuh.
  1. Dapatkah data Deteksi Indonesia digunakan untuk publik secara umum?
  • Ya. Dengan mengakses Deteksi Indonesia, kami mendorong masyarakat umum dapat memiliki kesadaran dan pengetahuan terhadap isu terorisme dan penanganan yang ada di Indonesia. Pengguna dapat memanfaatkan fitur Grafik untuk secara cepat memperoleh gambaran, pola dan tren fenomena terorisme di Indonesia
  1. Bagaimana saya dapat mengakses grafis dan raw data Deteksi Indonesia?
  • Pengguna terlebih dahulu harus mendaftarkan diri dalam fitur sign up. Setelah itu, pengguna dapat mengakses semua menu, dapat melakukan unduh seluruh publikasi The Habibie Center, dan dapat mengunduh raw data Deteksi Indonesia.
  1. Apakah data Deteksi Indonesia termasuk insiden-insiden separatism/pemberontakan?
  • Sesuai definisi yang ditentukan (lihat fitur Metodologi), seluruh insiden separatism/pemberontakan tidak masuk dalam kategori data Deteksi Indonesia
  1. Apakah keterbatasan data Deteksi Indonesia?
  • Terdapat beberapa keterbatasan data Deteksi Indonesia, yakni (1) tidak memaparkan informasi/data yang tidak diberitakan oleh media online; (2) Informasi/data Deteksi Indonesia tidak dapat memaparkan analisis dan kesimpulan di luar konteks peristiwa (seraganan maupun penanganan) dari pemberitaan media online, contoh mengapa insiden serangan terorisme dalam kurun waktu terentu menyasar target-target tertentu; (3) tidak dapat memaparkan proyeksi atau kemungkinan adanya serangan terorisme di kemudian hari; (4) informasi/data Deteksi Indonesia tidak mengakomodasi profile setiap individu pelaku serangan terorisme; (5) Secara metodologi, sistem management data Deteksi Indonesia memiliki keterbatasan ketika terdapat fenomena terorisme (misal serangan terorisme) yang bersifat anomali yang ekstrim. Ketika menghadapi hal tersebut, maka perlu penanganan teknis terlebih dahulu, seperti pembaharuan struktur linguistik data.
  1. Saya mengalami permasalahan dalam menggunakan portal Deteksi Indonesia, apakah yang harus dilakukan?
  • Pengguna dapat memanfaatkan fitur hubungi kami ketika menghadapi permasalahan teknis portal maupun substansi data yang tersaji dalam Deteksi Indonesia. Kami akan segera merespon laporan dari pengguna baik itu langsung memperbaiki layanan portal yang tidak berjalan maupun memberikan penjelasan secara tertulis melaui email.
  1. Mengapa data Deteksi Indonesia menyajikan informasi soal serangan dan penanganan terorisme?
  • Alasan terdapat dua kategori, yakni serangan dan penanganan dalam data Deteksi Indonesia adalah untuk meningkatan kesadaran dan pengetahuan publik bahwa fenomena terorisme tidak terbatas hanya serangan saja melainkan proses penanganan yang telah dilakukan seluruh pihak kerap luput atau bahkan kurang terinformasi secara terstruktur dan sistematis. Alasan lain adalah guna melihat keselarasan antara persoalan yang muncul (serangan terorisme) dengan apa yang telah dilakukan untuk menangani persoalan tersebut.
  1. Apakah sumber data Deteksi Indonesia?
  • Sumber data Deteksi Indonesia adalah 108 media online baik nasional maupun lokal (provinsi). Media online yang terpilih berdasarkan hasil penilaian tim The Habibie Center, yakni terkait cakupan berita yang luas, pemberitaan yang regular, memiliki perhatian terhadap isu terorisme/ekstrimisme, dapat diakses oleh publik secara luas dan kontinu, dan seluruh konten berita berbahasa Indonesia.  
  1. Apakah alasan memilih menggunakan metodologi ini?
  2. Mengapa kami membuat Data Deteksi Indonesia? Dan Apakah tujuan Deteksi Indonesia?
  • The Habibie Center (THC) memiliki komitmen untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan terorisme. Komitmen ini dilandaskan pada keyakinan bahwa upaya pencegahan dan penanganan terorisme harus bersifat inklusif dengan keterlibatan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat. THC menilai bahwa kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan terorisme harus didasarkan pada data dan informasi yang akurat serta kajian akademis yang memadai. Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, pada awal tahun 2017, The Habibie Center memulai program Countering Terrorism and Violent Extremism in Indonesia: Towards Inclusive and Data-based Framework. Salah satu strategi yang digunakan THC adalah pembangunan database terorisme yang dinamakan Deteksi Indonesia. THC menganggap penggunaan database tersebut dapat mendukung proses pengambilan kebijakan dan perumusan strategi penanganan ekstrimisme dan terorisme di Indonesia
  1. Apakah data ini bebas diakses publik?
  • Ya. Seluruh informasi yang terkandung dalam portal Deteksi Indonesia dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Untuk dapat memanfaatkan seluruh fitur dan informasi secara berkala dalam portal Deteksi Indonesia, pengguna dianjurkan terlebih dahulu mendaftar guna menjadi registered-user.
  1. Apakah saya harus membayar untuk mendapatkan data Deteksi Indonesia?
  • Pengguna portal Deteksi Indonesia tidak dipungut biaya untuk mendapatkan informasi yang tersaji dalam portal ini. Tim CTCBP The Habibie Center akan selalu berusaha untuk memperbaruhi informasi secara akurat dalam portal ini sesuai dengan metodologi yang telah ditentukan.
  1. Apakah data Deteksi Indonesia dapat digunakan sebagai sumber informasi dalam proses hukum pidana?
  • Tidak. Informasi/data yang berasal dari Deteksi Indonesia didasarkan secara statistik pada hasil agregasi seluruh pemberitaan media online terpilih. Tim Deteksi Indonesia akan memperbaharui data/informasi terkait kasus-kasus tertentu sesuai dengan ketersediaan data yang akurat dan kredibel. Portal Deteksi Indonesia hanya memberikan data yang tersaji dalam portal. Kesimpulan dan analisis terhadap kasus/insiden tertentu secara hukum terkait pidana terorisme atau lainnya diluar tanggung jawab The Habibie Center.