Background Image

program

Sebagai salah satu komitmen dalam mendukung dan memperkuat demokrasi dan hak-hak asasi manusia (HAM), sejak Maret 2017, The Habibie Center (THC) melaksanakan program Countering Terrorism and Violent Extremism in Indonesia: Towards Inclusive and Data-based Framework. Program ini secara umum didesain untuk meningkatkan ketahanan masyarakat (social resilience) Indonesia terhadap ancaman radikalisme, kekerasan yang dipicu oleh ekstrimisme dan terorisme. Tujuan akhir (ultimate goal) program tersebut akan dicapai melalui tiga sasaran utama, yaitu:

  1. Penguatan pembuatan kebijakan dan perumusan strategi kontra terorisme atau ekstremisme berbasis data;
  2. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat sipil Indonesia dalam menghadapi terorisme dan/atau ekstremisme di Indonesia; dan
  3. Peningkatan kualitas instrumen hukum tentang terorisme dan/atau ekstremisme di Indonesia.

Untuk mencapai hasil tersebut, telah disusun kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama program ini berlangsung. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk mencapai output sebagai berikut:

  1. Menyediakan database terkait serangan terorisme dan ekstremisme serta usaha-usaha untuk menanganinya. Database ini akan diupdate secara berkala dan bisa diakses oleh publik secara on-line;
  2. Menyusun modul tentang penggunaan database terorisme dan ekstremisme serta usaha-usaha untuk menanganinya. Modul akan digunakan sebagai bahan utama dalam pelatihan yang akan dilakukan kepada kelompok masyarakat sipil dan perwakilan pemerintah;
  3. Menyusun monograf sebagai input atas revisi RUU terorisme yang memenuhi norma dan standar internasional tentang hak asasi manusia secara universal;
  4. Menyusun kajian-kajian tematik (briefing notes) berdasarkan analisa data dari database dan diperkuat dengan penelitian-penelitian kualitatif di lapangan;
  5. Melakukan penelitian mendalam tentang pengalaman Indonesia dalam menanggulangi isu terorisme dan ekstremisme;
  6. Mendiseminasikan hasil-hasil kajian melalui seminar-seminar, lokakarya, dan mempublikasikannya ke dalam website program
  7. Mengadakan diskusi dan konsultasi dengan pemerintah terkait dengan temuan dan analisis di dalam kajian ringkas;
  8. Melakukan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi aparat pemerintah dan masyarakat sipil di empat provinsi;
  9. Mengadakan knowledge sharing meeting untuk memperkuat jejaring organisasi masyarakt sipil; dan
  10. Kampanye melalui penyebaran info grafik dan lain-lain untuk memancing diskusi public yang lebih luas tentang isu-isu kontra terorisme.

Program ini didukung oleh Counter-Terrorism and Capacity Building Program (CTCBP), Department of Foreign Affairs, Trade and Development (DFATD), Pemerintah Kanada.